Bismillah...
Berikut adalah contoh script moderator yang simple yang saya gunakan pada saat memoderatori presentasi riset di kampus. Semoga bermanfaat.

Sesi 1: Pembuka
==========================
Good morning everyone.

Today, it is very special because this is the first Monday Morning Forum.
In this very special occasion, Prof. Inokawa would like to present his reasearch with the tittle "Preminilary Study on antenna-couple bolometer utilizing SOI MOSFET".

Ok, to Prof. Inokawa the floor is yours.
==========================

Sesi 2: Tanya Jawab
==========================
Thank you Prof. Inokawa

Now let’s continue to the session questions and answers. If you have any question please raise your hand.
==========================

Sesi 3: Penutup
==========================
Ok, before we close this Monday Morning Forum let’s give a big applause to Prof. Inokawa, thank you.
==========================

Semoga bermanfaat,
10 Shaban 1436 H
Bismillah..

Transfer uang di Japan Post Bank (Yubin), atau dalam bahasa Jepangnya disebut furikomi, sebenarnya gampang-gampang susah. Kenapa gampang, karena sudah ada menu bahasa Inggrisnya, jadi tidak perlu pusing dengan huruf kanji lagi :) Tapi menu bahasa Inggris ini terbatas hanya untuk transfer ke sesama Yubin, kalau beda bank harus menggunakan menu bahasa Jepang. Selain itu, untuk transfer ke sesama Japan Post Bank tidak dikenakan biaya transfer alias zero yen.

Berikut adalah cara transfer uang (furikomi) dengan menggunakan ATM di Japan Post Bank (Yubin):
  1. Pilih menu bahasa Inggris (pojok kanan bawah)
  2. Pilih menu REMITTANCE (pengiriman uang)
  3. Confirm dengan menekan ENTER
  4. Masukkan PIN atm
  5. Masukkan CODE NUMBER (biasanya 5 nomor awal nomor rekening). Misal No. rek: 12300-11467491, maka 5 nomor awal yaitu 12300
  6. Masukkan ACCOUNT NUMBER (nomor sisa dari nomor rekening). Misal No. rek: 12300-11467491, maka account number yaitu 11467491.
  7. Setelah itu akan muncul, berapa UANG yang ingin ditransfer.
  8. Kemudian akan muncul konfirmasi NAMA ACCOUNT dan jumlah UANG yang ingin ditransfer.
  9. Selesai dan akan keluar kartu ATM dan BUKTI PEMBAYARAN.  





Semoga bermanfaat,
Hamamatsu, 4 Shaban 1436
Tulisan ini adalah kelanjutan tulisan bertema memulai bisnis di Jepang
Bismillah..
Tulisan ini adalah kelanjutan tulisan bertema memulai bisnis di Jepang
Mengirim paket di Jepang yang berukuran besar (lebih dari 3 cm tebalnya) bisa menggunakan berbagai pilihan jasa kurir. Jasa kurir yang terkenal di Jepang ada tiga yaitu Japan Post (Yu Bin), Sagawa dan Yamato. Kami sendiri lebih memilih menggunakan Japan Post (Kantor Pos) yang dikenal dengan nama Yu Pack. Pemilihan Yu Pack ini bukan tanpa alasan. Yu Pack dipilih karena lebih murah dibandingkan yang lain. Di Yu Pack, biaya kirimnya ditentukan bukan berdasarkan kota ke kota, tapi berdasarkan provinsi ke provinsi. Mungkin biar perhitungannya lebih mudah.

Sebagai contohnya bisa dilihat pada gambar di bawah. Biaya pengiriman dari tempat kami, Shizuoka-ken ke prefecture lain.

http://www.post.japanpost.jp/service/you_pack/charge/ichiran/21.html

Ada keunikan lain dalam sistem pengiriman paket di Jepang. Kita bisa menentukan kapan barang sampai, bahkan samapi detail ke jam berapanya (walaupun ada range-nya juga :) ). Jam yang bisa ditentukan mulai dari Pagi hari (maksimum jam 12), jam 12-14, jam 14-16, jam 16-18, jam 18-20, dan jam 20-21. Jika kita tidak punya preference waktu, kita punya pilihan terserah pak pos :)
Umumnya, paket yang dikirim akan sampai dalam sehari. Tapi, jika barang yang dikirim untuk pagi hari, biasanya besok atau lusa pagi.

Form pengisian Yu Pack dimana kita bisa menentukan kapan nanti paket akan sampai di tujuan
Semoga bermanfaat
Hamamatsu, 27 Rajab 1436
Bismillah..
Tulisan ini adalah kelanjutan dari tulisan sebelumnya: Mudahnya Kirim Barang Dengan Letter Pack
Jepang, yang terkenal dengan budaya workaholic (gila kerja), membuka kantor posnya setiap hari. Bahkan hari sabtu-minggu pun masih tetap buka. Akan tetapi tidak semua kantor pos buka pada hari libur. Kanotr pos yang masih tetap melayani pelanggan, biasanya kantor pos besar. Kalau di Hamamatsu-shi, kantor pos ini ada di dekat eki dan satu lagi ada di Irino-cho.

Jadwal kerja kantor pos bisa dilihat pada gambar berikut. Pada hari weekday (Senin-Jumat), 9:00-19:00. Hari Sabtu, 9:00-17:00. Hari Minggu/ hari libur: 9:00-12:30. Umumnya, jika hari Sabtu ataupun Minggu, loket yang buka hanya satu.

Biasanya kami ke kantor pos, jika barang yang dikirim lebih dari 3 cm tingginya. Kalau masih kurang dari 3cm bisa kirim pakai Amplop Khusus (Letter Pack) dan cukup dimasukkan ke kotak pos.
Jadwal Kator Pos di Jepang

Loket yang buka hanya satu loket

Loket yang lainnya kosong

Penampakan kotak pos di Jepang
Semoga bermanfaat,
Hamamatsu, 27 Rajab 1436

Bismillah..


Salah satu transportasi publik di Hamamatsu yang paling sering kami sekeluarga gunakan adalah Bus. Bus di Hamamatsu dikenal dengan Entetsu Bus, dimana Entetsu merupakan nama sebuah perusahaan yang sangat terkenal di Hamamatsu.

Untuk mengetahui rute busnya, tersedia website dalam bahasa jepang: http://bus.entetsu.co.jp/index.html

Karena dalam bahasa Jepang, websitenya sangat susah untuk dibaca. Daripada repot-repot untuk menghafalnya :). Berikut catatan bus di Hamamatsu yang sering kami sekeluarga gunakan, semoga bermanfaat:

1. Masjid Hamamatsu: bus no 4 atau 5 dari halte no 6. Turun ¥210 yg kedua.
2. Gyumu Supa: bus no 80. Biaya sekitar ¥100-200 (lupa tepatnya berapa)
3. AEON Irino (dari halte dekat Kaikan): bus no 8-22 (cuma tersedia satu bus no 8-22, no 8 yang lain tidak ke arah AEON)
4. Ani-Ivan restoran Indonesia: bus no 10 atau 12, turun ¥180
5. Shizudai Hamamatsu: bus no 40 atau 41 dari halte no15 atau 16
6. AEON Irino (dari Hamamatsu eki): bus no 20 dari halte no 5, turun  ¥250
7. AEON Ichino (dari Hamamatsu eki): bus no 77 atau 74 dari halte 10, turun di depan AEON ¥380
8. Nagoya Airport dari Hamamatsu eki: bus e-wing di halte no 11 biaya ¥3100. Tiket bus bisa pesan (di link ini) atau langsung beli di mesin tiket di dekat halte no 11 untuk detail bisa klik di sini

* harga tahun 2014-2015



Selain Bus, Taxi juga kadang-kadang digunakan kalau keadaan darurat, misalnya untuk berangkat ke Bandara dan ke Rumah Sakit. Di sini, untuk naik taksi, jarang kita men-stop di jalan. Tapi kita telpon atau pesan lewat internet dahulu. Kalau pesan via telpon 10-15 menit menunggunya. Kalau pesan via internet, kita harus memberi jeda 3 jam sebelum jadwal keberangkatan dan diknakan biaya pesan  ¥ 130. Walaupun form pengisian taksi berbahasa jepang, kita bisa mengisinya dengan bahasa inggris. Dan jangan lupa untuk menggunakan google translate :).

Berikut link untuk pesan taxi entetsu: https://etreq.entetsu.co.jp/taxi/taxi/yoyaku_taxi/form.asp


Sumber gambar: http://www.inhamamatsu.com/info/public-transport.php

Semoga bermanfaat
Hamamatsu, 24 Rajab 1436

Bismillah...

Gambar 1. Perbedaan antara (a) plasma dan (b) discharge [1].
Berikut ini adalah penjelasan singkat perbedaan antara plasma, discharge dan sheath yang dirujuk dari buku Principles of Plasma Discharges and Materials Processing karya Michael A. Lieberman; Allan J. Lichtenberg.

Plasma
Plasma merupakan kumpulan dari partikel bermuatan yang bergerak bebas dengan acak sehingga, secara rata-rata, memiliki muatan listrik yang netral seperti terlihat Gambar 1(a). Secara makroskopis, plasma dapat didefinisikan sebagai suatu zat fisis keempat setelah zat padat, zat cair dan gas, sebagaimana yang kita ketahui pada pemanasan zat padat menjadi cair, pemanasan zat cair menjadi gas dan pemanasan gas menjadi plasma, seperti terlihat pada Gambar 2. Selain itu, plasma secara elektrik bersifat konduktor dan mengandung free charge carrier.

Image
Gambar 2. Plasma sebagai keadaan fisis ke empat dari wujud zat [2].
Discharge
Contoh discharge sederhana dapat dilihat pada gambar 1(b). Gas antara dua elektroda yang diberi tegangan dan berada pada tekanan rendah akan menghasilkan plasma. Akan tetapi plasma yang dihasilkan tidak mengisi ruangan antara kedua elektroda, atau hanya sebagian saja. Nah, yang disebut discharge adalah keseluruhannya, plasma dan gas netral yang tidak terionisasi (atau disebut juga sheath, yang akan dijelaskan kemudian)
Plasma yang dihasilkan tsb disebut weakly ionized plasma, dimana kerapatan plasma hanya sebagian dari kerapatan gas netral. Kenapa weakly ionized plasma? Karena discharge ini menggunakan pemicu elektrik yang umumnya hanya memanaskan elektron pada gas, sementara partikel netral yang bermassa lebih berat tidak bisa ditransfer energinya oleh elektron. Sehingga hanya sebagian partikel gas yang berubah wujud menjadi plasma. 
Berikut adalah karakteristik dari weakly ionized plasma discharge:
(1) plasma dibangkitkan secara elektrik
(2) tumbukan partikel bermuatan dengan molekul gas netral merupakan hal yang penting
(3) boundary atau pembatas plasma merupakan parameter yang penting
(4) ionisasi partikel netral dalam keadaan steady state
(5) elektron dan ion dalam keadaan tidak thermal equilibrium, Telektron >> Tion

Sheath
Sheath merupakan area yang bermuatan positif pada sebuah discharge, seperti terlihat pada Gambar 3. Secara ringkas, sheath terbentuk karena pergerakan elektron yang sangat cepat dan akan menghilang dengan cepat pula pada bagian dinding elektrode. Electron thermal velocity (eTe/m)^1/2 memiliki kecepatan paling tidak 100 kali lebih cepat dari ion thermal velocity (eTi/M)^1/2 karena massanya yang ringan, m/M << 1, dan suhunya yang lebih tinggi, Te >~ Ti. 
Sehingga akan menciptakan lapisan tipis (s << l) yang bermuatan positif pada dinding, dimana nion >> nelektron sehingga muatan p = e(nion -nelektron) bernilai positif. Panjang daerah sheath ini bisa dihitung dengan menggunakan rumus Debye length.
Konsekuensi dari profil potential yang positif yaitu ion yang bergerak dari plasma ke sheath akan dipercepat, sebaliknya pergerakan elektron akan diperlambat atau bahkan ditolak dan kembali lagi ke plasma. Sehingga pada daerah sheath ini akan terjadi ion bombarding. Hal ini nantinya akan sangat bermanfaat untuk aplikasi material proses, seperti plasma reaktif ion etching menggunakan RIE, dimana substrate yang akan di-etching sebenarnya tidak tersentuh plasma (tidak di dalam daerah plasma), melainkan dalam daerah sheath, dimana ion bombardment akan menumbuk substrate dan akhirnya terjadilah proses etching. 
Gambar 3. Perbedaan plasma dan sheath [1].
Referensi:
[1] M. A. Lieberman and A. J. Lichtenberg, Principles of Plasma Discharges and Materials Processing. A Wiley-Interscience Publication, 2005.
[2] http://www.plasmas.org/E-4phases2.jpg
[3] C. Tendero, et al.,"Atmospheric pressure plasmas: A review", Spec. Acta Part B: Atomic Spec., 2005.

Semoga bermanfaat,
21 Rajab 1436
Bismillah...
Sejak 1 tahun yang lalu, ketika saya diterima untuk kuliah di Jepang, saya bersama istri berinisiatif untuk memulai bisnis online di Jepang. Bisnis online ini dipilih karena bisnis ini bisa dikerjakan di rumah. Sehingga kegiatan istri untuk mengasuh anak kami yang baru berusia balita bisa lebih optimal, sekaligus bisa untuk mengisi kejenuhan istri, menambah teman, dan tentunya menambah pundi-pundi tabungan :)
Bisnis yang akhirnya dipilih adalah berjualan busana muslim secara online via facebook (KareemaButik) dan website (kareemabutik.com). Kenapa busana muslim malah dijual di Jepang. Karena di Jepang banyak muslim, khususnya dari Indonesia dan Pakistan, tetapi tidak banyak yang menyediakan baju muslim bagi mereka. Jumlah orang Indonesia yang ada di Jepang sendiri berjumlah lebih dari 20.000 orang. Nah, dari situ muncullah ide untuk memfasilitasi mereka yang tidak bisa membeli baju muslim di Jepang dengan menjualnya secara online di KareemaButik.

Letter Pack
Ternyata untuk mengirim barang di Jepang tidak sesulit yang dibayangkan. Ada fasilitas bernama Letter Pack. Caranya yaitu kita cukup menaruh barang yang akan dikirim ke amplop Letter Pack, yang disediakan oleh kantor pos di Jepang. Setelah itu, amplop tinggal kita masukkan ke kotak pos. Selesai... Mudah kan...
Letter Pack sendiri ada 2 jenis. (1) 360 yen warna biru (setara dengan Rp 36000) dan (2) 510 yen warna merah (setara dengan Rp 51000). Untuk letter pack 360, tebalnya tidak boleh lebih dari 3 cm, agar bisa dimasukkan ke kotak pos, dan beratnya tidak lebih dari 4 kg. Sedangkan letter pack 510, boleh lebih tebal dari 3 cm dan pengirimannya bisa ditracking. Biasanya paket akan sampai ke alamat tujuan 1-3 hari, tergantung jaraknya.
Letter Pack 360
Letter Pack 510

Bedanya dengan di Indonesia, kita harus datang ke kantor pos atau JN* /TIK*, dan bicara dengan adminnya untuk mengisi data pengiriman. Belum lagi jika yang ingin mengirim pada saat itu banyak, kita harus rela untuk antri dulu. Semoga Indonesia bisa mencontoh cara pengiriman barang dengan letter pack ini. Sehingga UMKM di Indonesia bisa lebih berkembang.

Semoga bermanfaat,
Hamamatsu, 27 Jumadil Akhir 1436
Bismillah...

"Nun, demi pena dan apa yang mereka tulis...[Al Qalam 68:1]"

Bagi kebanyakan mahasiswa PhD, menulis hasil riset di jurnal internasional yang berbentuk makalah, atau biasa disebut research paper, adalah sebuah keharusan. Menulis paper berarti juga melaporkan riset yang telah dilakukan kepada seluruh dunia. Alhamdulillah, di tahun ke-2 PhD, paper pertama diterima di journal Carbon.


Perjalanan penulisan research paper ini cukup lama, sekitar 9 bulan, dari pembuatan draft sampai diterima dan dipublish. Alhamdulillahnya adalah manuscriptnya hanya perlu submit di satu jurnal, tidak perlu berganti-ganti jurnal yang dituju. Ceritanya akan lain, jika ternyata ditolak di jurnal pertama dan akan jadi lebih lama lagi :)

Penulisan draft
Setelah 6 bulan melakukan riset, April 2014, Sensei (panggilan Proffesor di Jepang ed.) akhirnya menyarankan menuliskannya sebagai manuscript dan akan disubmit di jurnal Carbon. Dengan dukungan data-data lain dari mahasiswa S2 dan S1, Sensei menilai hasil risetnya sudah cukup untuk dipublish di jurnal. 
Penulisan draft ini termasuk lama, karena selain harus menulis, juga harus mengambil data baru yang akan dilengkapi di paper, sehingga pekerjaannya tidak hanya menulis, tetapi juga melakukan eksperimen. Selain itu, karena setiap minggu kami harus melakukan presentasi progress report, maka minimal setiap 2 minggu sekali, saya harus melakukan eksperimen lanjutan tentang immobilisasi biomolekul, untuk dipresentasikan.
Penulisan draft paper pertama mengikuti panduan di buku Academic Writing for Graduate Student, bisa dibaca di sini. Menurut buku tersebut, yang paling awal ditulis, untuk riset yang berbasis eksperimen, yaitu 
1. Experimental section
2. Results and discussion
3. Conclusions
4. Introduction

Karena sudah ada jurnal target, yaitu Carbon, maka format penulisan mengikuti format jurnal tersebut. Penulisan yang paling pertama yaitu bagian experimental setup. Kenapa bagian ini pertama,  karena bagian ini adalah bagian yang paling mudah ditulis, tidak perlu analisis dan diskusi. Cukup penjelasan saja. Dan saya mengikuti saran buku tersebut. Setelah bagian eksperiment selesai, maka tahap selanjutnya bagian results and discussion. Pada bagian ini, data, gambar dan grafik dibuat terlebih dahulu, sejelas dan semenarik mungkin, dan diberi penjelasan ringkas. Karena biasanya editor dan reviewer akan melihat secara sekilas dari awal sampai akhir, data dan gambar yang ada di paper. Jika menarik perhatian, maka akan dilanjutkan dengan membaca secara detail.
Setelah draft penulisan sampai bagian results and discussion selesai. Draft itu didiskusikan dengan Sensei. Apakah ada data yang kurang. Jika ada maka harus diambil kembali datanya. Sambil mengambil data yang baru, tahap penulisan juga tetap dilakukan. Bagian sisanya, yaitu conclusions dan introduction. Kenapa bagian introduction ditulis paling akhir, karena bagian ini adalah bagian yang paling sulit dan membutuhkan banyak waktu untuk menulisnya. Selain itu, di introduction ini merupakan bagian yang penting, yang menyatakan posisi riset kita ada dimana dan apa kontribusi yang kita berikan.

Submit manuscript
Setelah draft paper selesai dan formatnya sudah sesuai dengan jurnal yang dituju, maka tahap selanjutnya adalah men-submit paper tersebut. Untuk kasus saya, Sensei sendiri lah yang men-submit paper saya di akhir November. Awalnya sebenarnya tidak terlalu banyak berharap, kalau paper saya akan dibalas editor untuk direvisi. Hal ini karena pengalaman 2 teman lab saya, yang pernah direject di jurnal Carbon. Selain itu, kualitas jurnal ini cukup bagus dengan IF 6.16. 
Sekedar mengingatkan, bagi yang tidak punya format penulisan manuscript seperti jurnal Carbon ini, sebaiknya diberi nomor baris dan halaman, supaya reviewer mudah melakukan penunjukkan baris mana dan halaman berapa di manuscript yang kita buat. Seperti contoh gambar berikut.




Revisi manuscript
Pada akhir Desember, ternyata kami dapat email balasan dari Editor in Chief jurnal Carbon, Prof. Robert H Hurt, untuk merevisi manuscript kami dalam waktu 8 minggu. Revisinya termasuk major revisi. Dari 3 reviewer, satu orang menyatakan dapat diterima dengan revisi dan dua orang reviewer lainnya menyatakan riset yang menarik namun masih harus dikonfirmasi lagi dan meminta penjelasan lebih rinci. Total komentar yang harus ditanggapi dari ketiga reviewer cukup banyak yaitu ada 30 komentar.
Untuk merevisi manuscript dan menanggapi komentar yang banyak tersebut, waktu 8 minggu harus dioptimalkan semaksimal mungkin. Saya menyiasatinya dengan membuang hal-hal yang selama ini banyak menghabiskan waktu saya, yaitu men deaktifasi akun Facebook. Selain itu, saya juga menambah waktu kerja dan membuat jadwal, komentar mana yang harus dijawab minggu ini dan seterusnya. Tips optimalisasi waktu ini, saya dapat dari blog Ario Muhammad dan Cal Newport.
Seperti biasa, segala sesuatunya dimulai dengan hal yang mudah terlebih dahulu. Setiap komentar dari reviewer diberi nomor dan response dari komentar diberi warna yang berbeda. Selain itu, jika kita merujuk ke manuscript yang direvisi, sebaiknya dibubuhkan juga nomor halaman dan baris keberapa. Seperti contoh berikut. Hal ini sangat membantu reviewer, sehingga reviewer tidak perlu mencari-cari mana yang sedang diubah. Memberi warna huruf pada manuscript juga sangat dianjurkan untuk memudahkan reviewer. Di manuscript saya, saya beri warna merah untuk yang sedang direvisi.

Di minggu ke-4, hampir semua komentar terjawab dan revisi manuscript, poor gramar serta bagian introduction, juga sudah selesai. Answer sheet comment yang hampir selesai, saya berikan ke Sensei, sekaligus diskusi mengenai beberapa komentar yang sulit terjawab. Setelah diskusi, ternyata dibutuhkan data OES yang baru. Dengan waktu yang singkat, sisa 4 minggu, plus harus membuat presentasi dan poster untuk Shizuoka Symposium, ditambah dengan membantu eksperimen Visiting Professor dari India, maka pekerjaan merevisi manuscript ini jadi lebih berat. Pada minggu ke-8, sisa 1 hari, dikirimlah revisi pertama manuscript.

10 hari kemudian, datang email dari Sensei, untuk merevisi tahap kedua. Kali ini revisi minor, dari 2 orang reviewer. 1 orang reviewer lainnya telah setuju. Lama revisinya 3 minggu. Di minggu ke-3, jawaban komentar dan revisi dikirim. Kemudian, selang 1 minggu, saya dapat email dari Sensei sekitar jam 1 malam, bahwa manucript diterima di jurnal Carbon, Alhamdulillah.. Setelah itu, biasanya akan ada proof read dari journal untuk pengecekan yang terakhir kali.


Semoga bermanfaat,
Hamamatsu, 22 Jumadil Akhir 1436


ImageJ: Software untuk mengolah gambar yg free.
(Download Software)

Menghitung intensitas fluorescence
1. Setting tabel:
Analyze => Set Measurement => Pilih (1) Area (2) Integrated density (3) Mean gray value
2. Menghitung intensitas:
Intensitas = IntDen - (Area x Mean of background)

Sumber: theolb.readthedocs.org

Digitizing data / plot dari gambar


Sumber: lukemiller.org

Kalau mau menggunakan software khusus, bisa klik link berikut:
1. http://arohatgi.info/WebPlotDigitizer/
2. http://plotdigitizer.sourceforge.net/


Semoga bermanfaat
24 Jumadil Awal 1436
Bismillah...

1. Banyak Berdo'a kepada Allah

« اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ »

“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui.” (Hadits Shahih riwayat Ahmad)

2. Menyembunyikan Amal Kebaikan
Amal kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui orang lain (seperti shalat sunnah, puasa sunnah, dan lain-lain) lebih diharapkan amal tersebut ikhlas, karena tidak ada yang mendorongnya untuk melakukan hal tersebut kecuali hanya karena Allah semata.

3. Takut Akan Tidak Diterimanya Amal

Allah berfirman:

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) Sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” (QS. Al Mu’minun: 60)

Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa di antara sifat-sifat orang mukmin adalah mereka yang memberikan suatu pemberian, namun mereka takut akan tidak diterimanya amal perbuatan mereka tersebut ( Tafsir Ibnu Katsir ).

Hal semakna juga telah dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Aisyah ketika beliau bertanya kepada Rasulullah tentang makna ayat di atas. Ummul Mukminin Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah apakah yang dimaksud dengan ayat, “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) Sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka” adalah orang yang mencuri, berzina dan meminum khamr kemudian ia takut terhadap Allah?. Maka Rasulullah pun menjawab: Tidak wahai putri Abu Bakar Ash Shiddiq, yang dimaksud dengan ayat itu adalah mereka yang shalat, puasa, bersedekah namun mereka takut tidak diterima oleh Allah.” (HR. Tirmidzi dengan sanad shahih )

4. Tidak Terpengaruh dengan Perkataan Manusia

Ada 4 rumus menurut KH Abdullah Gymnastiar:

  • Jangan ingin amalan diketahui orang
  • Jangan ingin amalan dilihat orang
  • Jangan ingin amalan dipuji orang
  • Jangan ingin amalan dihargai orang