Bismillah...

Kala libur panjang semester di kampus, dosen tetap harus masuk kampus seperti biasa. Tetapi, karena dosen juga manusia, dosen butuh liburan juga 😀

Setelah direncanakan selama 2 minggu dan dengan penuh perjuangan pula mengajak beberapa dosen untuk ikut liburan, akhirnya diputuskan Hari Sabtu-Minggu (11-12 Agustus) akan liburan ke Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten.


Alhamdulillah, rencana berjalan lancar. Kita bisa berkumpul dan liburan bersama keluarga. Saling mengenal satu sama lain, walaupun sering bertemu di kampus, tapi berasa beda kalau perkenalannya di tempat liburan.

Bismillah...

Sudah cukup lama blog ini tidak di update. Memang postingan di blog ini tidak regular dan bahkan tidak relevan satu dengan yang lain 😀

Kali ini, saya ingin membahas tentang inovasi. Di era revolusi digital ini, sebenarnya bagaimana kah perluang produk yang inovatif ?

Sisi pertama. Jika anda dapat menciptakan produk dengan inovasi yang bagus & bermanfaat, maka dengan adanya revolusi digital sekarang, produk anda dapat menjangkau audience dengan lebih cepat dan banyak. Tidak ada lagi batasan dalam mempromosikan dan menjual produk anda. Dari Sabang sampai Merauke. Bahkan seluruh dunia.
Di sisi yang lain. Jika inovasi produk anda biasa-biasa saja atau mirip dengan yang lain, maka anda dalam masalah. Karena dengan adanya revolusi digital saat ini, produk anda dapat dengan mudah dibandingkan dengan produk lain yang sejenis dengan kemampuan yang sama

Sehingga Anda harus jujur menilai produk anda sendiri, apakah itu inovasi atau hanya mencontek yang lain. Kalaupun ide muncul dari diri sendiri, apakah ide tersebut masih orisinal atau tidak, maka dengan mudah dapat dicek di berbagai sumber.
Bismillah...

Ini pengalaman pertama kali submit paper dengan banyak sekali reviewer yang menolak mereview. Padahal yang dibutuhkan hanya 2 reviewer. Tapi mungkin karena Jurnalnya terlalu luas scope-nya, sehingga susah cari reviewer-nya. Hasilnya, satu reviewer accept dengan minor review. Sedang reviewer yang kedua not accept dan menganjurkan submit ke Jurnal lain di Publisher yang sama, dengan Jurnal yang lebih cocok dengan bidang tersebut. Tapi agak aneh reviewer yang kedua ini. Dia me-review paper hanya dalam waktu 25 menit selesai. Hasilnya, saya dan Professor minta review ulang sama editornya. :)




Bismillah..


Biasanya untuk meng-upload gambar di sebuah paper, dibutuhkan gambar yang beresolusi minimal 300 dpi (dots per inch). Biasanya saya memakai software inkscape untuk membuat skematik gambar-gambar eksperimen. Di sana sebenarnya sudah ada pilihan untuk membuat gambar dengan resolusi 300 dpi, dengan format *.png. Maslahnya di paper-paper tertentu, seperti JPhysD, NJP dan PoP, mereka meminta format *.tif dengan resolusi 300 dpi.

Nah, cara mengakalinya yaitu dengan software imagej ini. Biasanya sih, saya pakai software imagej hanya untuk menghitung intensitas fluorescent. Tapi ternyata imageJ ini juga bisa untuk mengubah nilai dpi. Berikut step-stepnya:

Mengubah resolusi image menjadi 300 dpi:
1. Open image
2. Analyze --> Set Scale...
3. Isi seperti gambar berikut
Distance in pixels: 300
Known distance:1
Pixel aspect ratio: 1.0
Unit of length: inch

4. Terakhir tinggal disimpan:
Save as --> pilih .Tiff... file --> save di folder yang diinginkan

Untuk mengecek apakah sudah 300 dpi, bisa di klik kanan dan lihat properties --> detail. Di sana akan berubah menjadi 300 dpi.

sumber: klik di sini
Semoga bermanfaat,
Hamamatsu, 2016.03.14

Bismillah...

Berkah adalah sedikitnya mencukupkan dan banyaknya tidak membawa musibah. Sehingga kalau waktu kita berkah, maka waktu kita yang sedikit akan terasa cukup untuk menyelesaikan banyak hal. Sedangkan, waktu yang luang tidak menjadi sia-sia karena banyaknya malah membuat alfa.
Di dalam agama yang sempurna, agama Islam, kita telah diberi petunjuk waktu-waktu mana yang diberkahi. Waktu-waktu yang kalau kita mengerjakan sesuatu akan menjadi lebih produktif dari waktu-waktu yang lainnya.

Waktu Pagi Adalah Waktu yang Penuh Berkah
Waktu pagi telah dido’akan khusus oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai waktu yang penuh berkah.
Dari sahabat Shokhr Al Ghomidiy, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا
“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”

Sesuatu yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (pada waktu tertentu) adalah waktu yang berkah dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebaik-baik uswah (suri teladan) bagi umatnya. Adapun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhususkan waktu pagi dengan mendo’akan keberkahan pada waktu tersebut daripada waktu-waktu yang lainnya karena pada waktu pagi tersebut adalah waktu ketika kita sedang bersemangat (fit) untuk beraktivitas.
Skakhr al Ghamidi, “Kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika mengirim pasukan perang adalah mengirim mereka di waktu pagi”. Shakhr al Ghamidi sendiri adalah seorang pedagang. Kebiasaan beliau jika mengirim ekspedisi dagang adalah memberangkatkannya di waktu pagi. Akhirnya beliau pun menjadi kaya dan mendapatkan harta yang banyak.

Contoh paling anyar dari orang yang berhasil memanfaatkan waktu paginya adalah dari peraih Nobel tahun 2015 di bidang Psikologi dan Kedokteran, Prof. Satoshi Omura. Ternyata beliau biasa memulai kerjanya di pagi hari mulai pukul 6 pagi, untuk menulis dan membaca jurnal ilmiah. Dari kebiasaannya itulah beliau akhirnya bisa menghasilkan penemuan-penemuan hebat di bidangnya.

Tidak Tidur Setelah Subuh
Tidur setelah subuh adalah penyebab banyak orang tidak melakukan aktifitas yang bermanfaatnya di waktu pagi. Salah satu cara agar tidak mengantuk atau tertidur setelah shalat subuh adalah dengan tidur malam di awal waktu atau tidur setelah shalat isya. Selain itu, kita juga dianjurkan untuk tidur siang (Qoilulah), untuk sekejap mengistirahatkan tubuh kita yang sudah beraktifitas di pagi hari.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat Isya’ dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari no. 568)

Referensi:
Rumaysho.com, "Keberkahan di Waktu Pagi", 12 Agustus 2012.
http://www.kitasato.ac.jp/english/people/SatoshiOmura.html
Bismillah.. 

Bus menjadi pilihan yang bagus buat yang memiliki dana pas-pasan untuk pergi jalan-jalan ke Tokyo. Biaya naik bus ini 3.690 yen (tahun 2015), lebih murah dari naik kereta JR ~5.000 yen atau naik kereta Shinkansen ~9.000 yen. Waktu tempuhnya pun cukup cepat, sekitar 4,5 jam, dengan catatan perjalanan lancar jaya tanpa macet. Untuk pembelian tiketnya, bisa dibeli online (https://www.kousokubus.net/atau beli di stasiun bus.
Tujuan saya kali ini ke Tokyo untuk pergi ke Bandara Narita. Perjalanan ke Tokyo dimulai sehari sebelum jadwal pesawat jam 10 pagi, karena agak susah kalau mengejar naik kereta super cepat, Shinkansen, dari Hamamatsu ke bandara Narita di hari yang sama. Untuk jadwal bus ke Tokyo, Keio Express, dari stasiun bus Hamamatsu adalah pukul 14.30 di halte no 11.


Untuk perjalanan jarak jauh, bus di Jepang biasanya akan istirahat setiap 1,5-2 jam sekali di rest area yang terdapat di jalan tol. Seperti contohnya tadi pukul 16.00 dan pukul 17.30. Pada istirahat yang kedua ini, supirnya diganti untuk menjaga kebugaran. Ini pertama kalinya saya naik bus yang istirahatnya 2 jam sekali, biasanya kalau bus di Indonesia berhenti bukan berdasarkan jam, melainkan di tempat berhenti khusus untuk bus tersebut, biasanya di rumah makan yang sudah bekerja sama dengan bus tersebut.



Perjalan kali ini, tidak sesuai jadwal. Seharusnya sampai pukul 18.49 di Shinjuku, tetapi akan molor karena terjadi kemacetan panjang di Tol. Kalau inget macet, jadi ingat macet di jakarta. Ternyata di Jepang, khususnya daerah Tokyo, kalau weekend jalan tolnya macet juga.

#Tips#
Untuk yang berangkat dari Tokto ke kota-kota lain dengan Bus, bisa naik di Shinjuku Highway Bus Terminal. Letakya dekat Shinjuku Eki. Mapnya bisa dilihat di link ini https://goo.gl/maps/afLw87wdkyp.


Semoga bermanfaat,
Tokyo, 9 Agustus 2015
Bismillah..

Dalam acara buka puasa 18 Ramadhan 1436 H yang bertepatan dengan 5 Juli 2015, di Hamamatsu, Ustadz Firdaus Sanusi menyampaikan tema tentang pentingnya umat Islam kembali kepada Al Quran dan Hadits, dan juga bagaimana seharusnya kita mencintai Al Quran.

Yang menarik yaitu ketika sesi tanya jawab, ada seorang ibu yang bertanya:

"Ustadz, bagaimana caranya membuat anak-anak di negeri yang mayoritas non-muslim, dapat mencintai Al Quran?"
"Sedangkan kita tahu, pelajaran agama Islam pun tidak diajarkan di sekolah-sekalah mereka di Jepang" Lanjut Ibu tersebut menjelaskan masalah yang dihadapi mayoritas ibu-ibu di Jepang

Ustadz Firdaus menjawab, bahwa untuk mencintai Al Quran, anak harus didekatkan sedekat mungkin dengan Al Quran. Misalnya, setiap hari di rumah diputar murotal. Walaupun anak tersebut lari-lari atau tidak fokus, tetapi sebenarnya indera pendengarannya merekam setiap apa yang didengarkannya.

Lalu beliau ingat ada sebuah metode yang bisa mempermudah mendekatkan anak di era digital dengan Al Quran Nur Karim. Metode tersebut bernama HATAM, Hafal TAnpa Menghafal. Metodanya yaitu dengan memutar video apa saja yang anak suka, kemudian audionya digantikan dengan bacaan murotal Al Quran. Misalnya, ketika anak anda suka dengan film Doraemon. Maka putar film Doraemon tanpa suara, kemudian secara bersamaan anda juga memutar murotal Al Quran. Ternyata dengan metode ini, lanjut beliau, seorang anak terbukti dapat menghafal secara otomatis tanpa diminta menghafal.

***
Ketika pulang dari acara buka puasa tersebut, saya dan istri langsung kepikiran untuk mempraktekkannya ke anak kami, Dzaky, yang berusia 2 tahun. Selama diperjalan pulang, saya browsing di internet tentang metode HATAM dan ketemulah saya dengan website http://www.metodehatam.com/. Di sana dijual juga buku metode HATAM. Karena sudah tidak sabar ingin menerapkan pada anak kami, teruslah saya pelajari apasih intinya metode ini. Ternyata intinya ada 3 poin, yaitu: Ulangi, Multimedia, dan Irama atau biasa disingkat U.M.I. Dengan mengetahui 3 poin tsb, saya coba terapkan nanti setelah pulang di rumah menggunakan youtube.

Setelah sampai di rumah, kami tidak langsung tidur. Ternyata Dzaky masih lapar. Kami ujicobalah metode tersebut dengan sedikit modifikasi. Caranya dengan membuka situs youtube di 2 Tab yang berbeda. Satu diputar video Bob The Train dan dibuat mute. Sedangkan satu lagi, diputar video murotal Juz Amma Muhammad Taha Al Junayd, Qori anak berwarganegaraan Bahrain.

Dzaky sendiri sangat suka dengan video kereta. Kalau mau makan, biasanya dia akan meminta diputarkan video kereta.

"Umi, ceka-ceka..., ceka-ceka..., ngeng... ngeng..." gumamnya untuk minta diputarkan film kartun kereta, Bob the Train di youtube dengan nada yang manja

Siapa yang bisa menolak permintaan anak yang lucu, yang meminta diputarkan video kesukaannya. Tetapi di lain sisi, sebagai orang tua, kami juga ingin anak kami tidak kecanduan menonton film kartun barat, yang secara tidak sadar juga menghafalkan isi dari percakapan video tersebut. Yang kami inginkan anak kami tumbuh besar dengan Al Quran. Makannya, setelah mendengarkan ada metode ini, kami langsung tertarik ingin mencobanya.

Video utama di-mute
Video murotal diputar bersamaan
Dibuka 2 Tab bersamaan

Dan hasilnya adalah... Dzaky dengan tenang menonton video Bob The Train yang di-mute suaranya (karena digantikan suara murotal), sambil makan roti dengan lahap. Untuk kedepannya, saya mencoba memodifikasi film-film kartun kesukaan Dzaky, yang pastinya harus ada gambar keretanya, dengan mengganti audionya dengan murotal Muhammad Taha. Sehingga bisa disetel di HP dan tidak harus selalu menonton dari youtube.

Semoga bermanfaat,
Hamamatsu, 19 Ramadhan 1436 H

Update: link youtube hasil mixing di sini

Bismillah..
“Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah ia meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya.” [H.R. Tirmidzi]
Sebenarnya cukup dengan satu hal yaitu, meninggalkan hal yang tidak bermanfaat, maka itu sudah sangat cukup untuk mengatur waktu. Untuk mengetahui apakah waktu yang kita punya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, maka sebaiknya waktu yang telah kita habiskan harus dievaluasi. Misalnya, ketika selesai menunaikan sholat Dzuhur, kita bisa mengevaluasi waktu-waktu yang kita gunakan dari bangun tidur sampai sholat Dzuhur. Apakah sudah digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Selain itu, cara mengevaluasi lainnya yaitu menggunakan kertas kosong disebelah kita. Tuliskan hal-hal apa saja yang kita kerjakan, baik itu yang bermanfaat (membaca article, menulis, dsb) maupun yang tidak bermanfaat (nonton cuplikan bola, dsb). Nanti dari sana kita akan tahu mana waktu-waktu yang tidak bermanfaat yang telah kita sia-sia kan. Pengalaman yang penulis alami setelah mengevaluasi waktu, ternyata banyak waktu yang kurang bermanfaat yang dihabiskan untuk main facebook. Sehingga dari hasil evaluasi ini, diputuskan untuk men-deaktivasi akun facebook.
"Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain". (Al Insyirah: 7)
Dengan menggunakan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat, bukan berarti kita tidak boleh melakukan refresing atas kejenuhan pekerjaan kita. Refresing sebenarnya bisa dilakukan dengan mengganti pekerjaan yang satu dengan pekerjaan yang lain. Seperti dijelaskan di Surat Al Insyirah ayat 7. Jika telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. Misalnya, jika kita jenuh membaca artikel riset, kita bisa mengganti pekerjaan membaca dengan pekerjaan yang lebih ringan seperti merapikan kertas-kertas yang berserakan di meja kerja atau dengan pekerjaan lainnya yang tidak memerlukan konsentrasi tinggi.
Trik lain untuk meninggalkan hal yang kurang bermanfaat yaitu dengan membuat to-do-list. Dengan membuat to-do-list, kita akan menyadari bahwa waktu yang kita punya, tidak sebanding dengan pekerjaan yang harus kita lakukan. Sebagai penutup, penulis mengutip pepatah Arab.
"Waktu itu bagaikan pedang, kalau engkau tidak potong waktu itu, maka waktu tersebut yang akan memotong kalian" 
Maksudnya adalah jika jiwamu tidak disibukkan dengan kebaikan, maka dia akan menyibukkanmu keburukan atau minimal sesuatu yang tidak bermanfaat.

Semoga bermanfaat,
Hamamatsu, 15 Ramadhan 1436 H
Sumber gambar dari sini
Bismillah..

Menjadi mahasiswa S3/PhD di Jepang bisa dibilang sangat beruntung. Bagaimana tidak, dalam setahun rata-rata bisa melakukan conference lebih dari 2 kali. Dibandingkan dengan teman-teman yang kuliah di Europe, setau saya, mereka pergi conference tidak terlalu sering.
Tentunya, selain untuk kegiatan akademik, yaitu mempublikasikan hasil riset. Conference juga bisa menjadi sarana jalan-jalan gratis bagi mahasiswa :) Kenapa disebut gratis? Karena semua biaya, dari transportasi hingga akomodasi, akan ditanggung oleh Lab. Dari conference ini, saya bisa menjelajah Jepang mulai dari Utara Jepang, Hokaido sampai Selatan Jepang, Kyoto.
Dari sudut pandang Proffesor. Conference dijadikan sebagai sarana untuk mengevaluasi riset yang telah dilakukan, dengan mendengar masukan-masukan yang ada. Seperti contohnya di conference terakhir yang saya ikuti, yaitu Photopolimer conference. Disana, ada seorang pakar iCCD high-speed camera yang menyarankan untuk melakukan pengambilan gambar dengan time-integrated.
Selain itu, kadang di sebuah conference juga dijadikan sarana untuk membuat target research yang baru. Strateginya yaitu memanfaatkan jadwal waktu presentasi conference dengan waktu submit abstract yang memiliki perbedaan cukup lama, sekitar 3-5 bulan. Biasanya untuk kasus yang seperti ini, umumnya judul presentasi conference dibuat yang agak lebar scope nya. Tetapi didalam detail abstract akan dicantumkan future work, yang biasanya belum didapatkan result nya ketika submit abstract/extended abstract sebuah conference. Dengan asumsi, preliminary risetnya sudah yakin betul. Jadi masih ada waktu sekitar 3 bulan untuk mengejar target riset yang dicantumkan di dalam abstract conference tersebut. Conference seperti ini yang membuat deg-degan mahasiswa :)

Data Statistik Conference
Alhamdulillah.. Tidak terasa sudah hampir 2 tahun melakukan riset sebagai mahasiswa PhD di Jepang. Ternyata setelah direkap, telah banyak conference yang telah diikuti, baik domestik maupun inernasional. Kalau dibuatkan data statistiknya, maka hasilnya terlihat seperti berikut.
Statistik total conference
Simple-nya Conference di Jepang
Karena mungkin terlalu seringnya conference dilakukan oleh orang Jepang, maka mereka tidak terlalu mementingkan hal-hal yang kecil, seperti name tag dan tas conference. Saking simple-nya, name tag ada yang ditulis tangan sendiri. Namun tidak semua conference, name tag-nya ditulis tangan sendiri. Dari segi biaya, conferencenya pun tidak terlalu mahal untuk mahasiswa, yaitu 25000 yen atau 240 usd.

Name tag paling simple
Tas conference
Biaya conference
Tiket Diskon Kereta Shinkansen
Mungkin karena tipikal periset di Jepang yang gemar conference. Di kampus telah disediakan 20 tiket diskon untuk naik kereta Shinkansen. Diskonnya kalau tidak salah hitung sekitar 15%.
Dengan kereta Shinkansen ini, perjalan jauh jadi lebih cepat dan effisien. Misalnya, perjalan Hamamatsu-Tokyo. Dengan Bus, bisa memakan waktu 5 jam lebih. Dengan kereta Shinkansen, hanya butuh waktu separuhnya, 2,5 jam. Jika dibandingkan dengan naik pesawat, mungkin pesawat bisa lebih cepat. Tspi pesawat kurang effisien, karena kita harus ke bandara dulu, mengantri, dsb.

Tiket Shinkansen

Semoga bermanfaat,
Hamamatsu, 14 Ramadhan 1436 H

Bismillah...
‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata, “Barangsiapa beribadah kepada Allah tanpa didasari ilmu, maka kerusakan yang diperbuat lebih banyak daripada kebaikan yang diraih.” (Majmu’ Al Fatawa, 2: 382)

Pembahasan puasa dari kitab fikih Syafi’i yang sudah sangat ma’ruf di tengah-tengah kita yaitu kitab Matan Al Ghoyah wat Taqrib, disebut pula Ghoyatul Ikhtishor, atau ada pula yang menyebut Mukhtashor Abi Syuja’ atau Matan Abu Syuja. Kitab ini disusun oleh Ahmad bin Al Husain Al Ashfahani Asy Syafi’i yang hidup pada tahun 433-593 H.

Syarat Wajib Puasa ada 3:
  1. Islam
  2. Baligh
  3. Mampu (baik secara akal maupun secara fisik)
Rukun Puasa ada 4:
  1. Niat
  2. Menahan diri dari makan dan minum
  3. Menahan diri dari hubungan intim (jima’)
  4. Menahan diri dari muntah dengan sengaja
Yang Membatalkan Puasa ada 10: 
  1. Segala sesuatu yang sampai ke jauf (dalam rongga tubuh)
  2. Segala sesuatu yang masuk lewat kepala
  3. Segala sesuatu yang masuk lewat injeksi (suntikan) lewat kemaluan atau dubur
  4. Muntah dengan sengaja
  5. Menyetubuhi dengan sengaja di kemaluan
  6. Keluar mani karena bercumbu
  7. Haidh
  8. Nifas
  9. Gila
  10. Keluar dari Islam (murtad)
Yang Disunnahkan Ketika Puasa ada 3: 
  1. Menyegerakan berbuka puasa
  2. Mengakhirkan makan sahur
  3. Meninggalkan kata-kata yang buruk
Diharamkan Berpuasa pada 5 hari: 
(1, 2) dua hari raya (Idul Fithri dan Idul Adha); (3, 4, 5) hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah).

Dimakruhkan berpuasa pada hari meragukan (yaumusy syakk) kecuali jika berpapasan dengan kebiasaan puasanya atau bersambung dengan hari sebelumnya.

Hukum Jima' Ketika Puasa 
Barangsiapa yang melakukan hubungan seks di siang hari Ramadhan secara sengaja di kemaluan (muka atau belakang), maka ia punya kewajiban menunaikan qadha’ dan kafarah (membayar denda). Bentuk kafarah-nya adalah memerdekakan 1 orang budak beriman. Jika tidak didapati, maka berpuasa dua bulan berturut-turut. Jika tidak mampu, maka memberi makan kepada 60 orang miskin yaitu sebesar 1 mud (±0,75 kg).

Meninggal dan masih punya hutang puasa ramadhan
Barangsiapa memiliki utang puasa ketika meninggal dunia, hendaklah dilunasi dengan cara memberi makan (kepada orang miskin), 1 hari tidak puasa dibayar dengan 1 mud (±0,75 kg).

Orang tua yang sudah renta, ibu hamil dan menyusui
Orang yang sudah tua renta (sepuh) ketika tidak mampu berpuasa, maka ia tidak berpuasa. Setiap hari tidak puasa, hendaklah ia memberi makan (kepada orang miskin) seukuran 1 mud (±0,75 kg). Adapun wanita hamil dan menyusui, jika mereka berdua khawatir pada dirinya, maka boleh tidak puasa dan mereka berdua punya kewajiban qadha’. Jika mereka khawatir pada anak mereka, maka keduanya boleh tidak puasa, mereka wajib tunaikan qadha’ dan kafaroh, yaitu 1 hari tidak puasa memberi 1 mud makanan. 

Orang sakit dan Musafir
Sedangkan orang yang sakit dan musafir yang melakukan perjalanan jauh, mereka boleh tidak puasa dan mengqodho’ puasanya nantinya

Amalan I’tikaf
I’tikaf itu sunnah yang dianjurkan. Namun disebut i’tikaf jika memenuhi dua syarat yaitu (1) berniat, (2) berdiam di masjid.

Referensi:
Semoga bermanfaat,
Hamamatsu, 28 Shaban 1436 H