Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Imam Ali bin Abi Thalib r.a. (599-661 M)
"Ikatlah ilmu dengan menuliskannya"

Imam Syafi'i (767-819 M)
"Ilmu itu bagaikan binatang buruan, sedangkan pena adalah pengikatnya. Maka, ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Alangkah bodohnya jika kamu mendapatkan kijang (binatang buruan), tetapi kamu tidak mengikatnya sehingga akhirnya binatang buruan itu pun lepas kembali"
Seorang dokter umum di Rumah Sakit (RS) Umum Massachusetts, Boston, Amerika Serikat memiliki gagasan yang unik. Ia percaya bahwa Ia mampu memperbaiki kebiasaan minum soda staf dan pengunjung RS tanpa mengubah kemauan dan motivasi sedikit pun. Dokter Anne Thorndike dan tim melakukan riset selama 6 bulan di RS tersebut. Mereka mulai dengan penataan minuman di kantin RS, dengan cara meletakkan air mineral di samping minuman bersoda. Selain itu, mereka menambah jumlah air mineral di setiap sisi kantin. Minuman soda masih menjadi yang utama di tiap lemari pendingin, tapi sekarang air mineral tersedia di semua tempat. Hasilnya, selama 3 bulan berikutnya, jumlah penjualan soda di rumah sakit menurun 11,4 %. Sementara itu, penjualan air mineral naik sebesar 25,8 %.
Dari hasil penelitian tersebut, orang sering kali memilih produk bukan karena produk nya, tetapi karena di mana produk itu diletakkan. Kalau kita ke dapur dan melihat es krim, kita akan mengambilnya dan mulai memakannya. Bahkan seandainya kita tidak merencanakannya dan tidak sedang lapar. Begitu pula jika di dapur tersedia buah-buahan yang banyak. Maka sulit untuk tidak mengambil dan memakannya. Kebiasaan Anda bergantung pada ruang tempat Anda berada.

Bagaimana Mengubah Kebiasaan Kita
Kebiasan kita bergantung pada lingkungan tempat kita berada. Misalnya, jika kita ingin mengubah kebiasaan sering mengecek HP. Kita cukup merapikan HP dan menjauhkan dari tempat yang biasa kita letakkkan. Sehingga mudah untuk tidak mengecek notifikasi HP, ketika HP tersebut tersimpan rapi di lemari. Begitu juga ketika kita ingin menciptakan kebiasaan membaca buku / Al Quran. Kita cukup meletakkan sebanyak mungkin buku di rumah. Sehingga sulit bagi kita untuk tidak membaca buku, karena lingkungan kita penuh dengan buku.


Salah satu hambatan dalam menulis adalah menunggu datangnya “good mood” alias menunggu dapat inspirasi untuk menulis. Padahal, menurut riset yang dilakukan oleh Prof. Boice [1], inspirasi menulis tidak tergantung dari mood, melainkan dari rutinitas menulis yang dilakukan. Walaupun riset ini bukan dikhususkan untuk penulisan secara umum, penelitian ini dilakukan kepada 50 akademisi (dosen) pada kasus penulisan publikasi ilmiah, seperti proposal riset, artikel ilmiah, dan buku. Dari hasil penelitiannya itu, rata-rata seorang penulis baru mendapatkan mood menulis, sekitar 5 hari. Sedangkan orang yang rutin menulis setiap hari, mereka akan mendapatkan inspirasi antara 1-2 hari.


Riset yang melibatkan 50 orang akademisi tersebut, dilakukan dengan membuat 3 variabel yang berbeda, yaitu: (1) penulis yang menunggu “good modd” datang, baru bisa menulis; (2) penulis yang diberi target 50 tulisan, tapi menulisnya tergantung mood; (3) penulis yang menulis rutin setiap hari. Hasilnya bisa dilihat pada Gambar, tentang produktifitas menulis. Hasil riset menunjukkan bahwa penulis yang menulis rutin, memiliki produktivitas yang paling tinggi dengan hasil 16 kali lipat dari penulis ke-1 yang harus menunggu mood terlebih dahulu. Sedangkan penulis yang diberi target, hasilnya masih lebih rendah dari penulis yang rutin menulis.

[1] Boice, R. (1990) Professors as writers: A self help guide to productive writing.

Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang rutin walaupun itu sedikit.” (H.R. Muslim)






Bismillah...

Sudah cukup lama blog ini tidak di update. Memang postingan di blog ini tidak regular dan bahkan tidak relevan satu dengan yang lain 😀

Kali ini, saya ingin membahas tentang inovasi. Di era revolusi digital ini, sebenarnya bagaimana kah perluang produk yang inovatif ?

Sisi pertama. Jika anda dapat menciptakan produk dengan inovasi yang bagus & bermanfaat, maka dengan adanya revolusi digital sekarang, produk anda dapat menjangkau audience dengan lebih cepat dan banyak. Tidak ada lagi batasan dalam mempromosikan dan menjual produk anda. Dari Sabang sampai Merauke. Bahkan seluruh dunia.
Di sisi yang lain. Jika inovasi produk anda biasa-biasa saja atau mirip dengan yang lain, maka anda dalam masalah. Karena dengan adanya revolusi digital saat ini, produk anda dapat dengan mudah dibandingkan dengan produk lain yang sejenis dengan kemampuan yang sama

Sehingga Anda harus jujur menilai produk anda sendiri, apakah itu inovasi atau hanya mencontek yang lain. Kalaupun ide muncul dari diri sendiri, apakah ide tersebut masih orisinal atau tidak, maka dengan mudah dapat dicek di berbagai sumber.
Bismillah...

1. Banyak Berdo'a kepada Allah

« اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ »

“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui.” (Hadits Shahih riwayat Ahmad)

2. Menyembunyikan Amal Kebaikan
Amal kebaikan yang dilakukan tanpa diketahui orang lain (seperti shalat sunnah, puasa sunnah, dan lain-lain) lebih diharapkan amal tersebut ikhlas, karena tidak ada yang mendorongnya untuk melakukan hal tersebut kecuali hanya karena Allah semata.

3. Takut Akan Tidak Diterimanya Amal

Allah berfirman:

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) Sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” (QS. Al Mu’minun: 60)

Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa di antara sifat-sifat orang mukmin adalah mereka yang memberikan suatu pemberian, namun mereka takut akan tidak diterimanya amal perbuatan mereka tersebut ( Tafsir Ibnu Katsir ).

Hal semakna juga telah dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Aisyah ketika beliau bertanya kepada Rasulullah tentang makna ayat di atas. Ummul Mukminin Aisyah berkata, “Wahai Rasulullah apakah yang dimaksud dengan ayat, “Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) Sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka” adalah orang yang mencuri, berzina dan meminum khamr kemudian ia takut terhadap Allah?. Maka Rasulullah pun menjawab: Tidak wahai putri Abu Bakar Ash Shiddiq, yang dimaksud dengan ayat itu adalah mereka yang shalat, puasa, bersedekah namun mereka takut tidak diterima oleh Allah.” (HR. Tirmidzi dengan sanad shahih )

4. Tidak Terpengaruh dengan Perkataan Manusia

Ada 4 rumus menurut KH Abdullah Gymnastiar:

  • Jangan ingin amalan diketahui orang
  • Jangan ingin amalan dilihat orang
  • Jangan ingin amalan dipuji orang
  • Jangan ingin amalan dihargai orang


بسم الله الرحمن الرحيم

Ilmu dalam mendidik anak secara islami sangatlah penting. Akan tetapi, belum ada sekolah khusus bagi orang tua tentang bagaimana cara mendidik anak secara islami. Sebagai orang tua, saya berusaha mengumpulkan ilmu-ilmu yang berserakan di dunia maya ini, sebagai bekal ilmu untuk mendidik anak-anakku kelak. Semoga kumpulan catatan ini bermanfaat bagi kita semua yang ingin mendidik anak secara islami. Aamiin...

###1###
Finlandia adalah salah satu negara yg sistem pendidikannya adalah yg terbaik di dunia. Namun, tahukah kita bahwa sistem yg diadopsi mereka adalah sistem pendidikan Islam yg malah banyak ditinggalkan oleh negeri-negeri berpenduduk mayoritas muslim?

Salah satu contohnya misalnya usia anak sekolah. Di Finlandia, usia anak memasuki.fase sekolah dasar adalah usia 7 tahun. Fase usia 7 tahun untuk mengenyam pendidikan formal yg mulai mengenal dengan aturan, tata tertib dan kedisiplinan adalah fase yg digagas oleh Ali bin Abi Thalib ra.

Ali bin Abi Thalib membagi sistem 'Tarbiyatul Aulad' atau pendidikan anak ke dalam 3 bagian. Pertama adalah fase 0-7 tahun dimana adalah fase anak-anak bermain. Kedua adalah fase 8-14 tahun dimana anak-anak mulaindikenalkan dan dididik mengenal hukum, aturan, kedisiplinan, keilmuan dan lainnya. Dan ketiga adalah fase 15-21 tahun saat anak menjadi pribadi yg dewasa.

Sayangnya, negara-negara berpenduduk mayoritas muslim justru banyak meninggalkan sistem penjengjangan dalam pendidikan anak. Malah sebaliknya, banyak diantaranya (sekolah dan orangtua) mengadopsi cara pendidikan barat pada masa 'Dark Age'. Sehingga, yg peroleh adalah kualitas generasi muda yg lemah.

Bahkan tak ayal, sedari dini, anak-anak dijejali dengan beban yg berat untuk belajar ini dan itu. Mulai dari belajar membaca, menulis, berhitung dan lainnya. Bahkan acapkali dijumpai anak-anak usia dini dipaksa untuk menguasai berbagai bahasa.

Hmm... Pekerjaan rumah yg cukup besar dan pelik bagi kita sebagai orangtua dan para praktisi pendidikan.

Bismillah..


Abis lihat video di Youtube [Ustad Valentino Dinsi,SE MM,MBA Menuju Pribadi Muslim yang Profesional], jadi semangat lagi buat kejar target-target di tahun ini (2012), wabilkhusus (hehe.. kayak ceramah taraweh aja) di bulan Ramadhan ini.

Bagi yang belum bisa lihat (buffer) ceramahnya via Youtube, coba buffer lagi.. hehe.. Kalau masih belum bisa juga, ini ada sedikit ringkasan materi ceramah Ustad Valentino Dinsi:

aduh...
susahnya punya hati
letaknya tersembunyi
tapi gerakannya tampak sekali. [M. Fauzil Adhim]

Jadi... 


Bismillah..

Cerita kali ini tentang dua orang pemuda, sebut saja dua pemuda ini si B dan si Y. Mereka ini baru saja pulang dari kuliahnya di negera produsen chip terbesar sedunia. Mereka pulang berdua bersama-sama, naik pesawat yang sama, dan menuju tujuan yang sama. Namun dengan cerita tentang ‘disuruh melamar’-nya yang agak berbeda dari keduanya di hari yang sama.
Bismillah..

Minggu ini ada beberapa momen yang terjadi sekaligus. Dari bertambahnya usia, selesainya tugas-tugas sebagai mahasiswa master, dan tahun baru 2012 (yg akan berlangsung beberapa jam lagi). Ucapan dan do'a yang terhatur lewat wall FB maupun message YM, dalam hati saya ucapkan terima kasih. Saya sangat menghargai atas hal itu semua. 


Dahulu kala ada gadis yang sangat cantik dari keluarga bangsawan yang ingin menjadi wanita shalehah. Karena di jaman itu pendidikan untuk wanita ini terbatas, maka cara yang paling efektif untuk belajar adalah melalui suami yang shaleh.  Ketika si gadis ini hendak menikah, dengan keterbatasan ilmunya dia mensyaratkan tiga hal bagi lelaki yang layak untuk menjadi pendamping hidupnya. Tiga hal ini adalah (1) mengkhatamkan Al-Qur’an setiap hari, (2) shalat malam sepanjang malam setiap malam; dan (3) berpuasa setiap hari sepanjang tahun.

Dengan syarat yang sangat berat bagi kebanyakan orang ini, tidak ada laki-laki dari kalangan bangsawan yang berani melamar gadis cantik yang ingin menjadi wanita shalehah tersebut. Satu-satunya yang berani melamar dan sanggup memenuhi tiga syarat tersebut adalah pemuda lugu dari desa dengan penampilan yang biasa-biasa dan jelas tidak memiliki keturunan bangsawan sama sekali.

Setelah berjanji di depan ayah si gadis bahwa dia sanggup memenuhi seluruh persyaratan yang diajukan putrinya, maka dinikahkanlah pemuda desa yang lugu ini dengan gadis cantik tersebut dengan disaksikan sejumlah kerabat dan handai taulan.

Bismillah..

Bagi yang pernah menerima surat cinta, atau minimal menerima surat dari lawan jenis tentang hatinya, pasti tau yang namanya surat cinta adalah surat yang 'sakral'.

Bahkan surat cinta ini bisa dibaca berkali-kali, disimpan di tempat khusus, atau malah sudah 'hafal' isinya tanpa sengaja (karena sering dibaca). Surat cinta yang bahkan sering dibaca berulang-ulang sehingga walaupun tidak tampak wujudnya dihadapan kita, tapi hati selalu merasa dekat dengannya ketika membacanya.

Bagi yang belum pernah lihat model surat cinta, daripada nanti tidak bisa membayangkan surat cinta itu seperti apa, coba lihat contoh surat cinta dari anak TK ini

Surat Cinta Anak TK
(http://rizky-muhammad.blogspot.com/2011/01/hari-ke-4-surat-cinta-anak-tk.html)




Seorang pengusaha nan shalih bernama Kajiman –bukan nama asli-, malam itu sedang menginap di sebuah hotel berbintang lima di kawasan Simpang Lima Semarang. Usai melakukan qiyamul-lail ia bergegas ke luar hotel untuk mencari masjid terdekat dan shalat Shubuh berjamaah di sana. Waktu di jam tangan Kajiman menunjukkan bahwa waktu adzan Shubuh kira-kira setengah jam ke depan.

Begitu keluar dari lobby hotel, Kajiman pun memanggil seorang tukang becak yang sedang mangkal lalu ia naik ke atas becak.

"Mau diantar kemana, Pak?" tanya tukang becak bernama Ibnu. Begitu ditanya, Kajiman menjawab, "Antar saya keliling kota Semarang saja, Pak!" Ia menjawab sedemikian karena ia tahu bahwa waktu Shubuh masih jauh tersisa.

Maka Ibnu sang tukang becak mengantarkan Kajiman berkeliling Simpang Lima sebagai pusat kota Semarang.



إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.


Ikwan fillah rahimakumullah, marilah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah berkenan memberikan berbagai keni’matan bahkan hidayah kepada kita.

Shalawat serta salam semoga Allah tetapkan untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya yang setia dengan baik sampai akhir zaman.

Dalam kesempatan yang mulia ini kami akan membawakan tema tentang “Mengendalikan Lisan dan Tulisan dari Ghibah”.

NIKMAT LISAN
Sesungguhnya Allah Ta'ala telah menganugerahkan kepada manusia nikmat yang sangat banyak dan besar. Di antara nikmat Allah yang terbesar, setelah nikmat iman dan Islam, ialah nikmat berbicara dengan lidah, nikmat kemampuan menjelaskan isi hati dan kehendak.

Allah Ta'ala berfirman:
"Allah yang Maha pemurah. Yang telah mengajarkan Al-Qur`an. Dia menciptakan manusia. Mengajarnya pandai berbicara". [ar-Rahmân/55:1-4].


The difference between ‘DECIDED’ and ‘DAYDREAM’ is: 
Decided held in conjunction with the effort / action, while daydream is a desire without effort ... 



Siapa yang tak kenal BJ Habibie, mantan Presiden RI yang ke tiga? Siapapun saya yakin mengenalnya, apa lagi bagi generasi yang suka teknologi, karena beliaulah satu-satunya Presiden RI yang berlatar belakang teknologi tamatan Jerman!


Bukan bermaksud membandingkan dengan Presiden-presiden lainnya yang memang sudah sama-sama kita kenal. Tapi memang Habibie beda ketimbang Presiden Indonesia yang lainnya, selain budaya demokrasi yang sudah berakar darinya, ada cerita lain dari Habibie untuk dapat dipelajari bagi kita, terutama mahasiswa ketika sedang menuntut ilmu di luar negeri khususnya dan yang kuliah di dalam negeri umumnya.

Habibie adalah tokoh yang sudah dikenal oleh dunia sebelum dia menjadi Presiden, khsususnya dalam bidang teknologi di Eropa, khususnya di Jerman, karena Habibielah satu-satunya orang Indonesia sekaligus orang Asia yang pernah memimpin perusahaan penerbangan di Jerman, bahkan Habibie pernah ditawarkan untuk membangun kedirgantraan di negara tetangga kita,Filipina, tapi beliau menolaknya.


Wah kalau mau ditulis semua prestasi beliau bisa penuh tulisan ini, tapi saya mau melihat Habibie dari sisi lainnya, dari sisi Habibie sebagai manusia sebagaimana adanya dan melihat cinta Habibie pada pujaan hatinya, Hasri Ainun Habibie, yang lebih di kenal dengan panggilan ibu Ainun yang Dokter itu.


Bismillah..

Bagi yang belum pernah mendengar pidato Steve Jobs, orang besar di balik Apple Inc, yang disampaikannya pada acara wisuda di salah satu universitas terbaik di dunia, Stanford University. Silahkan menonton videonya dulu di link youtube ini. Video ini sebagai pengantar bagaimana seorang Steve Jobs bisa sukses sekarang dengan prinsip Connecting The Dots-nya : Merangkai Rasa Syukur Dari Titik-Titik Kesabaran..



Cerita titik-titik kesabaran Steve Jobs dimulai ketika dia "salah" adopsi sampai di DO (Drop Out, dikeluarkan dari universitas) karena kehabisan biaya. Singkat cerita, Steve Jobs awalnya "agak" menyesal karena kejadian-kejadian yang dialaminya sebelumnya. 

Ternyata di kehidupan masa depannya, hal itulah yang mengantarkannya menuju sebuah kesuksesan Apple Inc. Steve Jobs pun sampai berkata di pidatonya tersbut:
"Andaikata saya tidak drop out, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC yang sekarang tidak akan memiliki tipografi yang indah.
Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang."




If the ticket holders are still there with you, go to see her now. Kiss her hand, and make her happy. Stroked her face, and tell her you love her. Go and fulfill your responsibility so you're allowed into the only place we want to be forever. Heaven.
Go ...

Do you know who the holder of that ticket?

Kalimat di atas adalah cuplikan kalimat indah yang ditulis oleh Zabrina A. Bakar, penulis kelas internasional yang sudah mulai menulis sejak umur 7 tahun. 

Kemarin baru nonton sebuah film, di situ ada suatu dialog yang cukup menarik perhatian saya. Begini kira-kira bunyi frasenya, “Jika engkau benar-benar menginginkan sesuatu, sedemikian inginnya sampai kau benar-benar merasakannya, maka ia akan nyaris menjadi kenyataan, tinggal kau saja yang perlu sedikit usaha untuk mewujudkannya”.

Membaca sejarah dan kisah-kisah yang memiliki pelajaran, sungguh sangat mengasyikkan. Saya baru tersadar ternyata memang jodoh itu di tangan Allah, meskipun ada sedikit guyonan dari beberapa orang yang berkata bahwa, “Iya memang jodoh di tangan Allah, tapi klo nggak kita ambil, ya dia akan tetap berada di tanganNya”. Benar juga ya, tapi nggak seratus persen benar kok.


 

Tidak banyak yang menyadari bahwa salah satu skills paling dasar yang kita miliki dan terus kembangkan sejak kita lahir adalah skills ‘jualan’, mungkin ini pula  mengapa bandwidth paling lebar dari pintu rizki juga adanya di jual beli ini -  9 dari 10 pintu rizki adanya di perniagaan/jual-beli. Bahkan tidak tanggung-tanggung, ketika Allah menawarkan ultimate rizki kepada kita, Allah-pun mengajak kita untuk ‘berjual-beli’ : “ Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar”. (QS 9 :111). 


Karena pentingnya skills jual-beli ini, maka kita-pun dibekali oleh Allah untuk terlatih melakukannya sejak hari pertama kita dilahirkan dari rahim ibu kita. Sales speak pertama kita adalah ketika kita menangis – kemudian buah dari sales speak pertama ini kita memperoleh rizki berupa air susu ibu kita. Ketika kita memasuki dunia anak-anak, kita-pun mulai pandai membuat berbagai sales speak sehingga memperoleh sepatu baru, tas sekolah baru, baju baru, dlsb.