My Lab is My Adventure (3): Melimpahnya Conference Mahasiswa di Jepang

, , No Comments
Bismillah..

Menjadi mahasiswa S3/PhD di Jepang bisa dibilang sangat beruntung. Bagaimana tidak, dalam setahun rata-rata bisa melakukan conference lebih dari 2 kali. Dibandingkan dengan teman-teman yang kuliah di Europe, setau saya, mereka pergi conference tidak terlalu sering.
Tentunya, selain untuk kegiatan akademik, yaitu mempublikasikan hasil riset. Conference juga bisa menjadi sarana jalan-jalan gratis bagi mahasiswa :) Kenapa disebut gratis? Karena semua biaya, dari transportasi hingga akomodasi, akan ditanggung oleh Lab. Dari conference ini, saya bisa menjelajah Jepang mulai dari Utara Jepang, Hokaido sampai Selatan Jepang, Kyoto.
Dari sudut pandang Proffesor. Conference dijadikan sebagai sarana untuk mengevaluasi riset yang telah dilakukan, dengan mendengar masukan-masukan yang ada. Seperti contohnya di conference terakhir yang saya ikuti, yaitu Photopolimer conference. Disana, ada seorang pakar iCCD high-speed camera yang menyarankan untuk melakukan pengambilan gambar dengan time-integrated.
Selain itu, kadang di sebuah conference juga dijadikan sarana untuk membuat target research yang baru. Strateginya yaitu memanfaatkan jadwal waktu presentasi conference dengan waktu submit abstract yang memiliki perbedaan cukup lama, sekitar 3-5 bulan. Biasanya untuk kasus yang seperti ini, umumnya judul presentasi conference dibuat yang agak lebar scope nya. Tetapi didalam detail abstract akan dicantumkan future work, yang biasanya belum didapatkan result nya ketika submit abstract/extended abstract sebuah conference. Dengan asumsi, preliminary risetnya sudah yakin betul. Jadi masih ada waktu sekitar 3 bulan untuk mengejar target riset yang dicantumkan di dalam abstract conference tersebut. Conference seperti ini yang membuat deg-degan mahasiswa :)

Data Statistik Conference
Alhamdulillah.. Tidak terasa sudah hampir 2 tahun melakukan riset sebagai mahasiswa PhD di Jepang. Ternyata setelah direkap, telah banyak conference yang telah diikuti, baik domestik maupun inernasional. Kalau dibuatkan data statistiknya, maka hasilnya terlihat seperti berikut.
Statistik total conference
Simple-nya Conference di Jepang
Karena mungkin terlalu seringnya conference dilakukan oleh orang Jepang, maka mereka tidak terlalu mementingkan hal-hal yang kecil, seperti name tag dan tas conference. Saking simple-nya, name tag ada yang ditulis tangan sendiri. Namun tidak semua conference, name tag-nya ditulis tangan sendiri. Dari segi biaya, conferencenya pun tidak terlalu mahal untuk mahasiswa, yaitu 25000 yen atau 240 usd.

Name tag paling simple
Tas conference
Biaya conference
Tiket Diskon Kereta Shinkansen
Mungkin karena tipikal periset di Jepang yang gemar conference. Di kampus telah disediakan 20 tiket diskon untuk naik kereta Shinkansen. Diskonnya kalau tidak salah hitung sekitar 15%.
Dengan kereta Shinkansen ini, perjalan jauh jadi lebih cepat dan effisien. Misalnya, perjalan Hamamatsu-Tokyo. Dengan Bus, bisa memakan waktu 5 jam lebih. Dengan kereta Shinkansen, hanya butuh waktu separuhnya, 2,5 jam. Jika dibandingkan dengan naik pesawat, mungkin pesawat bisa lebih cepat. Tspi pesawat kurang effisien, karena kita harus ke bandara dulu, mengantri, dsb.

Tiket Shinkansen

Semoga bermanfaat,
Hamamatsu, 14 Ramadhan 1436 H

0 komentar:

Post a Comment